Pages

BONUS KUNJUNGAN ANDA, DAPATKAN SOFTWARE QUICK COUNT DAN ARTIKEL JURUS2 BISNIS PROPERTI TERKINI SECARA GRATIS DISINI !!

First Name:

E-Mail Address:




Minggu, 13 Maret 2011

5 Kebiasaan Orang Kaya

5 Kebiasaan Orang Kaya
Meniru kebiasaan orang kaya bisa jadi menularkan cara baik untuk mengikuti jejak
mereka agar kita juga bisa jadi orang kaya. Menurut FinanciallyFit di Yahoo!,
Warren Buffett yang memiliki kekayaan US$ 47 miliar (sekitar Rp 423 triliun)
saja, tetap bisa berhemat hingga kini. Rumahnya masih rumah tua yang ia beli
tahun 1958 dengan harga US$ 31.500 (sekitar Rp 283,5 juta dengan kurs sekarang).

Nah, apa saja kebiasaan orang kaya yang membuat mereka kaya dan sukses? Berikut
top five-nya:

1.Berhemat

Dengan uang yang begitu banyak seorang billionaire bisa membeli apa saja. Namun
tak berarti tak ada yang tak mau berhemat. Warren Buffett termasuk di antara
billionaire yang mau berhemat. Nah berhemat juga menjadi kebiasaan para
billionaire lainnya.

2. Bangkit dari kegagalan

Jangan melihat para billionaire dari kondisi saat ini. Mereka tak berarti selalu
mulus dalam perjalanan hidup mereka. Cuma mereka tak pernah mengeluh jika
menghadapi masalah bahkan ketika masalah itu membuat mereka bangkrut. Mereka
cari jalan lalu berusaha bangkit dari keterpurukannya.

Steve Jobs, dipecat dari Apple, perusahaan yang didirikannya, saat usianya 30
tahun. Namun sekarang ia kembali menjadi tulang punggung Apple dengan
produk-produk andalannya yang menguasai dunia seperti i-Pad, produk Apple
terbaru yang populer. Sebelum kembali ke Apple, Steve Jobs bangkit dengan
mendirikan perusahaan media, Pixar, yang antara lain memproduksi film Finding
Nemo yang populer itu.

3. Menjaga reputasi

Orang-orang sukses bisa menjaga nama baik dan reputasinya. Ketika satu masalah
menimpanya, ia tidak akan lama dalam posisi terpuruk karena dengan bekal
reputasinya, peluang baru akan mudah ditemukan. Seperti Steve Jobs di atas,
ketika ia dikeluarkan dari Apple, ia masih bisa mendapat dukungan pendanaan dan
sebagainya dari pihak ketiga karena reputasi yang dimilikinya dan terbukti bisa
membuatnya bangkit.

4.Cerdik dalam bertindak

Para billionaire tak begitu saja mengumbar uangnya. Misalnya, memberi cuma-cuma
pada keluarga atau temannyatanpa mengetahui uang itu akan digunakan untuk apa.
Karena bisa saja uang tersebut digunakan untuk hal-hal yang tak patut atau
melanggar hukum yang suatu kali bisa menyeretnya ke pengadilan. Di antara banyak
kasus adalah dalam bentuk sumbangan politik atau masalah keluarga dan teman.
Karena itu, ketika ia merasa perlu mengatakan "tidak" ia akan mengatakan "tidak"
saat mau memberikan sesuatu.Dan uang pun tidak diberikan. Ada nasihat cerdik
untuk memudahkan masalah ini (menghilangkan rasa tidak enak) yaitu mereka (para
billionaire itu) memiliki orang yang mengatur pemberian sumbangan-sumbangan ini.

Kecerdikan juga dilakukan saat bernegosiasi dengan calon klien. Banyak orang
yang jatuh gara-gara klien atau mitra bisnisnya ternyata orang yang mudah
kompromi dengan tindakan melanggar hukum.Karena itu, para billionaire selalu
cerdik dalam melihat calon mitranya.

5. Membeli barang murah
Mungkin akan heran jika ada seorang billionaire menawar barang yang
diinginkannya begitu sengit. Tetapi banyak di antara mereka yang melakukan ini.
Menawar atau menunggu harga suatu produk jatuh merupakan cara para billionaire
berhemat. Salah satu contohnya adalah John Paulson, seorang fund manager kaya.
Ketika ia menginginkan rumah impiannya ia sampai harus menunggu rumah itu masuk
pasar lelang agar mendapatkan harga termurah. Padahal bisa saja ia langsung
membelinya ketika pertama kali tertarik membeli rumah yang ditawarkan pemiliknya
itu. Namun ia yakin suatu kali rumah itu akan masuk pasar lelang.

Ternyata para billionaire lain pun demikian. Mereka begitu menghargai nilai uang
dan tak segan bernegosiasi untuk mendapatkan harga murah kala membeli sesuatu.
Penulis : Tim AndrieWongso.com
Sumber Pages FB Wirausaha& Bisnis

0 komentar:

Posting Komentar