• Terdapat 6 (enam) kesalahan besar dalam memasarkan barang atau jasa yang umum dilakukan oleh pengusaha kecil:
1. Tidak memiliki sebuah rencana pemasaran. Sebagian besar pengusaha kecil adalah “pekerja” (doers) dan bukan “perencana” (planner).
2. Tidak menegaskan perbedaan bisnis yang dilakukannya dengan bisnis yang dilakukan pesaing.
3. Tidak memiliki program rekomendasi pihak ketiga (referrals). Menurut Paul dan Sarah, hampir 45 % perusahaan jasa dipilih pelanggan berdasarkan rekomendasi orang lain.
4. Mengabaikan berkomunikasi dan melakukan pemasaran pada pelanggan yang ada sekarang.
5. Tidak bekerja sama di dalam melayani pelanggan yang sama dengan menyediakan barang atau jasa yang berbeda.
6. Tidak menyadari bahwa mereka itu berada di dalam usaha memasarkan barang atau jasa. Any fool can make soap. It takes a clever man to sell it!
• Bagaimana mengubah kesalahan itu menjadi aktivitas pemasaran yang menguntungkan?
1. Susunlah program pemasaran. Rencanakan program pemasaran Anda dan pasarkan (barang atau jasa) sesuai dengan rencana itu. Rencana pemasaran antara lain meliputi: (1) Memahami pasar dan pesaing Anda; (2) Memahami pelanggan Anda; (3) Pilih ceruk pasar yang bisa didominasi; (4) Mengembangkan pesan pemasaran, yaitu membujuk orang agar bersedia menjadi pelanggan; (5) Memilih media pemasaran, misalnya: surat kabar, radio, televisi, dan pameran; (6) Susunlah tujuan pemasaran dan penjualan; (7) Susunlah anggaran pemasaran.
2. Ciptakan slogan penjualan yang unik (unique selling proposition). Misalnya: Avis Rent a Car “We’re number two. We try harder”; Dominos Pizza “Fresh, hot pizza ini 30 minutes or less” USP memudahkan orang mengingat nama perusahaan. Nama perusahaan mengingatkan pada barang atau jasa yang dijualnya. Barang atau jasa yang mudah diingat (top in mind) besar kemungkinan paling sering dibeli!
3. Mintalah kepada pelanggan Anda atau tokoh berpengaruh untuk memberikan rekomendasi mengenai usaha Anda. Menurut Dun and Bradstreet survey, terdapat dua metode pemasaran yang paling popular di kalangan usaha kecil, yaitu rekomendasi (referrals) dan periklanan (advertising). Referrals atau pemberian rekomendasi itu penting karena rekomendasi biasa berasal dari pihak ketiga yang memiliki pengalaman langsung mendapatkan manfaat (first hand the benefit) dari usaha kecil yang menjadi obyek referensi.
4. Lakukan program pemasaran khusus bagi pelanggan lama. Jangan membuat kesalahan besar dengan melalaikan pelanggan Anda. Anda sudah membayar mahal untuk mendapatkannya. Anda akan membayar lebih mahal jika mengabaikannya. Pelanggan lebih baik daripada pembeli sebab pelanggan adalah pembeli yang datang melakukan transaksi berulangkali.
5. Lakukan Joint Venture Marketing. Joint venture marketing adalah proses pemasaran bersama kepada pelanggan untuk barang/jasa yang saling melengkapi. Common customer merupakan focus perhatian konsep pemasaran bersama. Pelanggan sebuah perusahaan adalah juga pelanggan perusahaan lain yang menjual produk yang berkaitan. Misalnya, pelanggan untuk fitness centers adalah juga pelanggan bagi toko sepatu atlit, toko makanan kesehatan dan toko pakaian olah raga. Jadi, ada kerja sama melayani pelanggan yang sama untuk barang/jasa yang berbeda dan hasilnya, saling menguntungkan.
6. Menyadari bahwa pengusaha kecil itu berada di dalam usaha “memasarkan” barang dan jasa. Salah satu kesalahan besar yang dibuat oleh pengusaha kecil adalah berpikir bahwa mereka berada di dalam usaha memproduksi dan menyalurkan barang dan jasa. Salah! Yang benar adalah pemasaran itu adalah usaha Anda, dan (pemasaran itu) bukan sekedar bagian dari usaha. Jangan: “ pasarkan barang yang bisa Anda produksi. Namun, produksikanlah barang yang bisa Anda pasarkan!” Sekali lagi pusatkan perhatian pada aktivitas pemasaran. Siapa saja bisa membuat sabun, namun diperlukan orang yang cerdas untuk menjualnya.
sumber : Drs. Murdiyono Triwidodo, M.Si.
Drs. H. Sumadi, M.Si.
BONUS KUNJUNGAN ANDA, DAPATKAN SOFTWARE QUICK COUNT DAN ARTIKEL JURUS2 BISNIS PROPERTI TERKINI SECARA GRATIS DISINI !!
Tampilkan postingan dengan label pemasaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemasaran. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Mei 2011
Rabu, 13 Januari 2010
Bagaimana Jadi Developer ?? yuks Pelajari Tahapannya ^^
Smangat pagi semuanya ^^ !!!
Alhamdulillah sampe hari ini Allah masih memberikan begitu banyak nikmat u qt semua, nikmat sehat, nikmat iman & nikmat2 yg lain. Ok, kali ini i mau tuliskan ttg tahapan bagaimana sih jadi developer. heu..heu... kaya i dah jadi developer ternama aja, ga apa2 kan qt share disini. Tulisan kali ini i dapet dr internet plus i tambahkn dg pengalamn i slama menggarap proyek pertama EI di Perum Mutiara Madani Ciseeng. yuks qt mulai belajarnya, bismillah ...
Ketika qt membuat proyek pertama di perum MM ciseeng, banyk prtanyaan yg muncul dan ada sebuah prtanyaan bagaimana cara memulai bisnis developer properti? Akhirnya setelah tanya sana tanya sini, ikut training kanan-kiri he... alhamdulillah ada beberapa hal yang harus qt persiapkan ketika qt mau jadi developer proerti, mau tau ???? berikut adalah urutan kerja yang kami lakukan ketika memulai proyek di Perum MM ciseeng.
Mencari lahan yang layak
Lahan yang layak ditinjau dari sisi mana saja? Banyak faktor yang bisa dijadikan patokan. Dari lokasi, harga dasar, bentuk lahan, status lahan, cara pembayaran. Lokasi dan harga dasar akan mempengaruhi segmentasi pasar. Bentuk lahan akan mempengaruhi efektifitas lahan komersil. Status lahan akan mempengaruhi percepatan proses perijinan yang berakibat biaya. Cara pembayaran mempengaruhi besaran modal yang musti digelontorkan. Detail dari mencari lahan yang layak, dan profile lahan yg spt u perumahan insya Allah nt i posting d tulisan berikutnya ya.
Sisi kelayakan lainnya adalah apakah lahan tersebut dapat dibangun perumahan. Perihal ini dapat disurvey di dinas terkait ( Bappeda untuk melihat Rencana Umum Tata Ruang (RUTR). Jangan sampai lahan yang akan qta beli adalah lahan untuk daerah industri yang tidak mungkin dikembangkan menjadi perumahan, atau peruntukan untuk daerah resapan, atau banjir kanal.
Menghitung cepat
Pernah membaca buku Blink? Bahwa otak kita dapat bekerja secara cepat berdasarkan pengalaman sebelumnya. Ya… ini bagi Anda yang sudah mahir. Karena sering ketemu lahan, sering menghitung, dan sering praktek. Tapi bagi yang pemula, tentu saja ini tidak mudah. intinya ala bisa karena biasa.
Master plan
Banyak hal yang musti disusun dalam master plan. Terdapat siteplan atau gambar kawasan yang terdiri dari berapa kapling komersil, berapa besaran fasilitas umum, gambar jalan, lebar jalan, lebar kapling dan sebagainya. Anda dapat gunakan jasa konsultan perencanaan untuk menggambar ini.
Ada juga survey pemasaran untuk melihat persaingan pasar di daerah tersebut. Kami biasa menyamar sebagai calon konsumen, bertanya banyak hal ke marketing developer dari harga jual (tentunya beserta diskon), spesifikasi, cara pembayaran, pajak-pajak jual beli. Juga seringkali menghampiri tukang, mandor atau kontraktor yang sedang mengerjakan proyek di sana, untuk mengetahui harga borongan. Syukur-syukur kenal kontraktor yang dapat diajak kerjasama.
Mapping lokasi di atas peta sebuah kota seringkali kami lakukan. Untuk mengetahui titik-titik pesaing dan keunggulan lokasi kami dibandingkan dengan yang lain.
Yang terakhir adalah membuat detail kelayakan proyek.
Investor
Bagi yang bermodal cekak, alangkah baik jika mampu menggandeng investor. Investor tentu saja dapat diiming-imingi pengembalian atas modal yang ditanamkan di proyek. Kami biasanya memberikan tingkat pengembalian 2 kali lipat per proyek. Misalkan modal disetorkan 500 juta, maka kami akan memberikan bagi hasil sebesar 1M di luar modal yang telah disetorkan. Jadi di akhir proyek, sang investor akan menerima 1,5 M (Pokok + Bagi hasil).
Atau pola lainnya yang sering digunakan adalah prosentase bagihasil. Misalnya 60:40, dimana 60% dari keuntungan bersih akan kembali ke investor. Atau pola-pola lain yang mungkin Anda temukan di kemudian hari.
Perijinan
Setelah kesepakatan dengan pemilik tanah dan investor sudah didapatkan. Proses perijinan perlu dijalankan. Hanya saja perijinan di satu daerah dengan daerah lainnya dapat berbeda satu sama lain. Tidak ada pakem yang sama untuk diikuti.
Bila daerah tersebut memiliki Dinas Satu Atap, akan memudahkan Anda mengurus perijinan. Jika tidak Anda musti bergerilya dari BPN, Bappeda, Kimpraswil untuk mengetahui urutan perijinan. Atau lebih mudahnya, berikan saja kewenangan kepada notaries yang sudah ahli di bidang perijinan untuk mengurus perijinan lokasi Anda.
Pemasaran
Setelah perijinan diperoleh, setidaknya dipastikan dapat diperoleh, maka lanjutkan dengan promosi dan penjualan. Banyak cara dalam promosi. Ada out door dan In door. Dengan spanduk, billboard, umbul-umbul, iklan koran, website, pameran, brosur dan lain-lain.
Jika survey pasar diawal tepat. Dan Anda meramu harga jual. Kami yakin, tak lebih dari 2 bulan, produk Anda akan terjual 50%.
Well. Setidaknya Anda sekarang mengetahui urutan kerja sebelum terjun ke bisnis ini. Dan siswa EI skrg sudah mulai masuk k bisnis properti dengan menjadi developer. ayooo siapa yg mau jadi developer ???
sumber : berbagai sumber
Alhamdulillah sampe hari ini Allah masih memberikan begitu banyak nikmat u qt semua, nikmat sehat, nikmat iman & nikmat2 yg lain. Ok, kali ini i mau tuliskan ttg tahapan bagaimana sih jadi developer. heu..heu... kaya i dah jadi developer ternama aja, ga apa2 kan qt share disini. Tulisan kali ini i dapet dr internet plus i tambahkn dg pengalamn i slama menggarap proyek pertama EI di Perum Mutiara Madani Ciseeng. yuks qt mulai belajarnya, bismillah ...
Ketika qt membuat proyek pertama di perum MM ciseeng, banyk prtanyaan yg muncul dan ada sebuah prtanyaan bagaimana cara memulai bisnis developer properti? Akhirnya setelah tanya sana tanya sini, ikut training kanan-kiri he... alhamdulillah ada beberapa hal yang harus qt persiapkan ketika qt mau jadi developer proerti, mau tau ???? berikut adalah urutan kerja yang kami lakukan ketika memulai proyek di Perum MM ciseeng.
Mencari lahan yang layak
Lahan yang layak ditinjau dari sisi mana saja? Banyak faktor yang bisa dijadikan patokan. Dari lokasi, harga dasar, bentuk lahan, status lahan, cara pembayaran. Lokasi dan harga dasar akan mempengaruhi segmentasi pasar. Bentuk lahan akan mempengaruhi efektifitas lahan komersil. Status lahan akan mempengaruhi percepatan proses perijinan yang berakibat biaya. Cara pembayaran mempengaruhi besaran modal yang musti digelontorkan. Detail dari mencari lahan yang layak, dan profile lahan yg spt u perumahan insya Allah nt i posting d tulisan berikutnya ya.
Sisi kelayakan lainnya adalah apakah lahan tersebut dapat dibangun perumahan. Perihal ini dapat disurvey di dinas terkait ( Bappeda untuk melihat Rencana Umum Tata Ruang (RUTR). Jangan sampai lahan yang akan qta beli adalah lahan untuk daerah industri yang tidak mungkin dikembangkan menjadi perumahan, atau peruntukan untuk daerah resapan, atau banjir kanal.
Menghitung cepat
Pernah membaca buku Blink? Bahwa otak kita dapat bekerja secara cepat berdasarkan pengalaman sebelumnya. Ya… ini bagi Anda yang sudah mahir. Karena sering ketemu lahan, sering menghitung, dan sering praktek. Tapi bagi yang pemula, tentu saja ini tidak mudah. intinya ala bisa karena biasa.
Master plan
Banyak hal yang musti disusun dalam master plan. Terdapat siteplan atau gambar kawasan yang terdiri dari berapa kapling komersil, berapa besaran fasilitas umum, gambar jalan, lebar jalan, lebar kapling dan sebagainya. Anda dapat gunakan jasa konsultan perencanaan untuk menggambar ini.
Ada juga survey pemasaran untuk melihat persaingan pasar di daerah tersebut. Kami biasa menyamar sebagai calon konsumen, bertanya banyak hal ke marketing developer dari harga jual (tentunya beserta diskon), spesifikasi, cara pembayaran, pajak-pajak jual beli. Juga seringkali menghampiri tukang, mandor atau kontraktor yang sedang mengerjakan proyek di sana, untuk mengetahui harga borongan. Syukur-syukur kenal kontraktor yang dapat diajak kerjasama.
Mapping lokasi di atas peta sebuah kota seringkali kami lakukan. Untuk mengetahui titik-titik pesaing dan keunggulan lokasi kami dibandingkan dengan yang lain.
Yang terakhir adalah membuat detail kelayakan proyek.
Investor
Bagi yang bermodal cekak, alangkah baik jika mampu menggandeng investor. Investor tentu saja dapat diiming-imingi pengembalian atas modal yang ditanamkan di proyek. Kami biasanya memberikan tingkat pengembalian 2 kali lipat per proyek. Misalkan modal disetorkan 500 juta, maka kami akan memberikan bagi hasil sebesar 1M di luar modal yang telah disetorkan. Jadi di akhir proyek, sang investor akan menerima 1,5 M (Pokok + Bagi hasil).
Atau pola lainnya yang sering digunakan adalah prosentase bagihasil. Misalnya 60:40, dimana 60% dari keuntungan bersih akan kembali ke investor. Atau pola-pola lain yang mungkin Anda temukan di kemudian hari.
Perijinan
Setelah kesepakatan dengan pemilik tanah dan investor sudah didapatkan. Proses perijinan perlu dijalankan. Hanya saja perijinan di satu daerah dengan daerah lainnya dapat berbeda satu sama lain. Tidak ada pakem yang sama untuk diikuti.
Bila daerah tersebut memiliki Dinas Satu Atap, akan memudahkan Anda mengurus perijinan. Jika tidak Anda musti bergerilya dari BPN, Bappeda, Kimpraswil untuk mengetahui urutan perijinan. Atau lebih mudahnya, berikan saja kewenangan kepada notaries yang sudah ahli di bidang perijinan untuk mengurus perijinan lokasi Anda.
Pemasaran
Setelah perijinan diperoleh, setidaknya dipastikan dapat diperoleh, maka lanjutkan dengan promosi dan penjualan. Banyak cara dalam promosi. Ada out door dan In door. Dengan spanduk, billboard, umbul-umbul, iklan koran, website, pameran, brosur dan lain-lain.
Jika survey pasar diawal tepat. Dan Anda meramu harga jual. Kami yakin, tak lebih dari 2 bulan, produk Anda akan terjual 50%.
Well. Setidaknya Anda sekarang mengetahui urutan kerja sebelum terjun ke bisnis ini. Dan siswa EI skrg sudah mulai masuk k bisnis properti dengan menjadi developer. ayooo siapa yg mau jadi developer ???
sumber : berbagai sumber
Label:
developer,
Ei properti class,
pemasaran,
perumahan,
properti
Langganan:
Postingan (Atom)

