Pages

BONUS KUNJUNGAN ANDA, DAPATKAN SOFTWARE QUICK COUNT DAN ARTIKEL JURUS2 BISNIS PROPERTI TERKINI SECARA GRATIS DISINI !!

First Name:

E-Mail Address:




Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Agustus 2010

Kekuatan Spiritual di Bisnis Properti

Bismillah ..
Subhanallah dah beberapa waktu lamanya tidak posting. Alhamdulillah kali ini i ingin share mengenai kekuatan spiritual di setiap langkah kita ketika berbisnis properti. Disini i hanya ingin berbagi pengalaman. Subhanallah proyek sadang serang ini banyak likalikunya, mulai dari masalah pembebasan tanah, konsumen, KPR bank, IMB dan investor. Alhamdulillah sampai saat ini kami bisa menyelesaikan semua masalah yang ada semuanya semata-mata bukan karena kekuatan atau kemampuan kami, tapi terlepas dari itu semua adalah adanya pertolongan Allah dan doa dari orang-orang tercinta.

Masalah pertama yang kami hadapi adalah ketika jatuh tempo untuk pembayaran tanah tahap 3 kepada pemilik tanah. Entah kenapa saat itu kami seolah-olah tertutup jalannya untuk mendapatkan dana segar. Harapan kami dari DP konsumen ternyata semua meleset, kemudian kami pasang iklan investor sampai 2 bulan tidak ada respon yang positif sampai akhirnya proses KPR bank pun terganjal di covernote. Masyaallah, dalam hati kami evaluasi ada apakah dg semua ini ?? seolah-olah semua jalan tertutup. Akhirnya pada hari yang ditentukan mau tidak mau kami harus ketemu dengan pemilik lahan. Malam hari sebelum bertemu pemilik tanah, kami minta maaf & minta doa restu dari ortu khususnya ibu tercinta supaya Allah melembutkan hati pemilik tanah & memaafkan kami. Keesokan paginya dengan bismillah dsertai perasaan takut & cemas kami beranikan diri untuk bertemu k rumahnya. Subhanallah berkat pertolongan Allah pemilik tanah mau mengerti dengan kondisi kami bahwa saat ini dananya belum ada dan masih kita usahakan. Akhirnya kami diberikan kelonggaran waktu sampai 15 hari. Kami bisa pulang dengan lega.
Pulang ke rumah kami kembali berpikir ulang bagaimana untuk mengumpulkan dana secepat mungkin. Mulai dari menghubungi orang-orang terdekat sampai iklan di internet semua kami jalani, sampai waktu yg ditentukan ternyata dana itu masih tidak terkumpul. Sedangkan pemilik tanah sudah menunggu kabarnya dari beberapa hari sebelum jatuh tempo. Kembali kami berdoa dan meminta pertolongan kepada-Nya. Semua usaha sudah kami lakukan, hanya doa dan tawakkal yang kami lakukan akhirnya. Kembali kami meminta doa dari ibu tercinta dan orang-orang yg mencintai kami supaya Allah membukakan jalannya.
Ketika tiba hari yg ditentukan kami pun kembali datang ke rumah pemilik lahan dengan tangan kosong, masya Allah...sempat terlintas dalam benak kami, Ya Rabb kapankah pertolongan-Mu tiba? semua usaha sudah kami lakukan tapi tidak satupun muncul hasilnya. dengan pasrah kami menghadap kembali ke pemilik tanah, kami hanya bisa terdiam ketika pemilik tanah bertanya & memberikan wejangannya. Tidak berselang lama datanglah menantu si pemilik tanah bertanya, beliau menyarankan kami untuk mengajukan pinjaman KTA, dan beliau siap membantu penuh dengan memberikan kontak person temannya.
Dalam hati kami, inikah jawaban dari doa-doa kami?? dengan bismillah kami jalani ikhtiar ini, alhamdulillah pemilik lahan kooperatif untuk mengumpulkan persyaratan yang ada. Tapi di tengah perjalanan kami di tawarkan pendanaan dari koperasi. akhirnya dengan modal nekat kami langsung meluncur ke depok untuk menanyakan lebih jauh mengenai koperasi tersebut. Setelah berdiskusi dengan marketing koperasi tersebut kemudian kami penuhi semua persyaratan, alhamdulillah tinggal nunggu survei & hasilnya.
karena kami bandingkan besarnya bunga dari KTA dan Koperasi lebih kecil k0perasi, oleh karena itu pinjaman KTA tidak kami proses. Sehari dua hari, seminggu hingga batas waktu yg sudah ditentukan ternyata hasilnya nihil. Astagfirullah kami semakin ketakutan karena ketika pertemuan terakhir dengan pemilik tanah kami melakukan perjanjian ulang, jika sampai waku tsb kami tidak bisa melunasi maka proyek harus di hentikan. Selain itu kami dapat info dari sumber lain bahwa pemilik tanah akan mengambil alih proyek jika kami tidak membayar lunas tanah beliau. Perasaan kami semakin tidak menentu, Ya Rabb apa yg harus kami lakukan ?? semua ikhtiar sudah kami optimalkan, apakah ada yang salah dengan cara kami ?? mohon petunjuk-Mu ya Rabb...
Sebelum hari yg sudah ditentukan, pemilik tanah sudah mengontak kami dan minta waktu untuk bertemu, pesan beliau urgent. Membaca sms dari beliau seperti ultimatum bahwa proyek kami akan berakhir. Seperti biasa ketika kami akan bertemu pemilik lahan sehari sebelumnya kami menghubungi ibu tercinta meminta doa supaya kami dikuatkan, pemilik lahan dilembutkan hatinya, dan kami mendapatkan solusi yang terbaik. aamiin.
Sampailh pada waktu yg ditentukan, kami kembali ketemu dengan pemilik lahan, subhanallah Allah Mahabaik. Pemilik lahan tidak terlihat marah sedikitpun, beliau bahkan memberikan nasehat dan wejangan kepada kami, bagaimana sesungguhnya bisnis developer itu bekerja. Beliau ungkapkan khawatir dengan proses yang sudah kami jalani, akhirnya kami evaluasi langkah-langkah yang sudah kami ambil untuk membuat perumahan ini. Dengan sabar pemilik lahan mengajarkan kami. Subhanallah, Allah mahabesar ... akhirnya kami mendapatkan kesimpulan, pemilik lahan bersedia membantu kami menyelesaikan proyek ini. Dengan kata lain akhirnya kami sepakat untuk melakukan kerjasama dan kami menjadi mitra. Selain itu pemilik lahan siap membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahn yang ada. Ya Rabb ... sungguh besar Kuasa-Mu. Inikah jawaban doa-doa kami ?? bukan dana yang Kau berikan, melainkan pemilik lahan yang baik hati yang Kau berikan untuk kami. Semoga kerjasama ini bisa berjalan baik.
Dan yang sangat mengejutkan kami, ternyata pemilik lahan punya tanah juga di sukabum, dengan semangat beliau menawarkan kembali untuk bekerjasama mengelola lahannya yang di sukabumi. Subhanallah ... Allahuakbar ... uang tak dapat, malah proyek baru yg kami terima, Allah Mahakaya...Allah Mahabaik ... hanya syukur dan alhamdulillah yang bisa kami ucapkan kepada-Nya, untuk semua pertolongan. Tak lupa kami kabari ibu tercinta mengenai perkembangan terbaru proyek kami. Betapa senang beliau, dan beliau berpesan, setiap kita ada masalah apapun, mintalah kepada-Nya, Dia Yang maha memiliki, Dia Yang maha berkehendak. Semua tidak ada yg tidak mungkin, jika kita terus ikhtiar, kuatkan dengan doa, kekuatan spiritual sangat berpengaruh disetiap langkah kita.
Ok, temen2 semua, semoga dapat di ambil hikmahnya, insya allah bulan ini kami akan memulai proyek baru di Sukabumi, tunggu next story, pasti ada hikmah yang bisa kami bagikan untuk teman-teman semua. keep semangat , yakinkan di setiap masalah yang kita hadapi selalu ada solusi dan selalu libatkan Allah dalam setiap masalah kita, insya allah jalan itu akan terbuka.

Kamis, 21 Mei 2009

Anak Elang atau Anak Ayam ??

Alhamdulillah, akhirnya setelah mencoba mencari bbrp kisah hikmah akhirnya dapat juga. Insya Allah ke depannya saya akan menampilkan bbrp kisah hikmah yg tujuannya untuk motivasi bagi tmn2 yg ingin terus berubah menjadi lebih baik.. Kali ini saya akan menceritakan ttg kisah anak elang yang jadi anak ayam. Lengkap ceritanya nya baca di bawah ini ya ...

Kisah 1.

Pada suatu ketika ada seekor induk elang yang baru saja menetaskan telurnya,bayi-bayi elang yang baru melihat dunia itu terpaksa harus ditinggalkan induknya,karena hendak mencari makan. “Sabar ya sayang,ibu mau pergi sebentar saja,ibu mencarikan makan buat kalian.” Ibu memang selalu begitu,dia adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk memberikan kasihNya pada mahluk baru yang lahir kemuka bumi.Ini berlaku buat ibu manusia maupun ibunya elang….kalo ada ibu yang jahat sama anaknya berarti mereka ibu yang aneh…. :) Saat ditinggalkan induknya itulah,ada anak elang yang suka explore..kayak si Dora The exporer..mungkin pingin tahu dunia yang baru dilihatnya…Tapi sayang saking hiperactive-nya,anak elang ini justru jatuh dari sarangnya,yang disusun si induk diatas pohon oak yang besar dan tinggi.
Untungnya..
anak elang yang hiperactive ini selamat,sesampai ditanah.Ada lapisan rumput tebal yang lumayan empuk jadi bisa menahan tubuhnya saat jatuh.
Anak elang itu tentu saja kebingungan,berjalanpun masih tertatih-tatih,malah jatuh di tempat yang sama sekali asing baginya.Insting mahluk ciptaan Tuhan adalah salah satu bekal untuk bertahan hidup.Dengan insting pula,si anak elang ini mendekati induk ayam yang sedang mencari makan bersama anak-anaknya.Mungkin si induk ayam ini mengira,si bayi elang itu juga salah satu anaknya,dengan penuh kasih,si induk ayam menjaga dan memberi makan si elang sebagaimana menjaga anak-anaknya yang lain.
Hari demi hari berlalu,si anak elang tumbuh bersama saudara-saudara angkatnya,ayam,dan dia belajar hidup sebagaimana ayam.Mencari makan dengan mematuk-matuk tanah,dan sayap yang tumbuh di kedua sisi tubuhnya nyaris tidak pernah dia gunakan,karena dia tidak pernah tau bagaimana cara memakainya.Walau kadang muncul pertanyaan kenapa kok sayap dan kaki serta paruhnya agak beda dengan lainnya dia tetap menjalani hidupnya bersama kumpulan ayam itu.
Ketika si elang beranjak remaja,dia sempatkan untuk menengadah melihat langit.Nah saat itulah,dia melihat ada seekor mahluk yang bentuk tubuhnya persis sekali dengan dia.Mahluk itulah yang selalu membuat saudara-saudara nya para ayam ketakutan mana kala mendengar suaranya.Ya dia merasa mahluk yang sedang terbang tinggi diangkasa,dengan mengepakkan sayapnya yang gagah,kadang menukik tajam dengan mata yang bersinar untuk menangkap mangsa itu jauh lebih mirip dirinya…..”.itu seperti aku ” begitu pikirnya.
Tapi kenapa dia bisa terbang,dia bisa mengepakkan sayap,dia bisa berburu mangsa dengan begitu lincah dan gesit.Matanya tajam,apa yang di buru pun jauh berbeda,si elang yang terbang berburu ular,tikus sawah tapi si elang-ayam,cukup memakan butir jagung atau beras yang kadang bertabur di tanah.
Elang remaja tak jua bisa mendapatkan jawaban,siapa yang “mirip” dia dan bisa terbang itu.
Suatu hari dia ingin menemukan jawaban itu sendiri,dia mencoba tempat yang agak tinggi,dia bentangkan sayapnya.Ya dia menirukan “si elang terbang itu”,dia sering jatuh,tapi terus mencoba,dibentangkannya sayapnya,kemudian dikepakkan,dan ternyata….akhirnya dia melayang..dia terbang
Dia pun bisa menjelajah angkasa,dia bisa melihat saudara dan ibu angkatnya,ayam-ayam itu masih sibuk mencari makan ditanah.Elang remaja itu kian lama kian pandai terbang,ketajaman mata dan pendengarannya kian lama kian terasah.Dia mulai tertarik untuk memakan tikus sawah,ya insting untuk menukik tajam dan menangkap mangsa-mangsa hidup kian lama kian kuat.Si elang remaja tak bisa lagi mematuk-matuk tanah mencari beras,dia tidak nyaman lagi hidup di kandang,saat nya dia mencari tempat nya yang sejati.Di rimba raya,di pohon yang tinggi.Tak ada takut mana kala mendengar desis ular atau pekik elang lain ketika terbang.Hingga akhirnya dia kembali menemukan saudara-saudaranya yang dulu terpisah,para elang.Elang kembali menemukan tempat kesejatian…sejati nya dia adalah elang.
Anak elang tidak akan pernah jadi anak ayam.
Aku pernah merasakan kegelisahan yang sama dengan si elang itu.Aku ingin terbang bebas,aku ingin hidup lepas tanpa belenggu kandang.Aku bisa berburu mangsa tanpa disebari beras,aku tidak takut menerjang pekatnya rimba atau menahan terpaan angin di alam lepas.Itu duniaku,itu yang membuat aku bahagia.Aku tak sudi dikurung di kandang,atau mematuk butir-butir jagung di tanah.Itu bukan tempatku,sekalipun aku selama ini dibesarkan di kandang,diajari mematuk beras.Tapi aku yakin aku adalah elang.Aku akan belajar kembali menjadi elang,aku akan menantang alam.Dan mendapatkan kembali kebebasan dan itulah kebahagiaan sejatiku.
Ya,kini aku telah menjadi elang,aku telah meninggalkan kandang.Aku bebas menetapkan kemana akan terbang,tak ada penghalang.Terimakasih ibu ayamku,aku sayang dan tak akan lupa jasamu.Tapi aku ini elang,aku harus terbang….terbang tinggi…meraih cita-citaku.Sekalipun ribuan rintangan akan datang.

Jadi,cobalah kita merenung sejenak,apakah kita ini elang atau ayam?

Kalo ternyata kita ini anak ayam (chicken little) mungkin tempat yang aman memang di dalam dekapan ibu dikandang yang hangat.Mendapat jatah makan dan terjaga dari bahaya alam, buat apa mencari resiko,buat apa menantang bahaya,hidup mapan dan terjaga itu lah tempat ayam.Jadi nggak perlu belajar terbang.

Tapi bila ternyata kita ini elang,…elang sejati memang akan selalu terbang tinggi,tidak akan pernah gentar menghadapi ancaman bahaya,siap berjuang..demi sebuah impian,walau resiko menghadang…it’s a choice.Untuk satu alasan…”kebahagiaan sejati seekor elang adalah terbang tinggi,menembus awan dan mendapatkan kebebasan” Siapa takut?——-he..he..kayak lagu dewa donk…

Jadi ingat puisi Rendra:

“Burung elang tak akan pernah jadi burung Nuri,sekalipun di jeruji dalam sangkar besi.”

Elang tetap elang.

sumber : abilonline.com