Pages

BONUS KUNJUNGAN ANDA, DAPATKAN SOFTWARE QUICK COUNT DAN ARTIKEL JURUS2 BISNIS PROPERTI TERKINI SECARA GRATIS DISINI !!

First Name:

E-Mail Address:




Kamis, 18 Oktober 2012

pengertian properti


Kata properti di Indonesia identik dengan rumah, tanah dll. Berikut pengertian properti berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia. pro.per.ti : [n] harta berupa tanah dan bangunan serta sarana dan prasarana yg merupakan bagian yg tidak terpisahkan dr tanah dan/atau bangunan yg dimaksudkan; tanah milik dan bangunan (sumber KBBI). Di luar negeri sana, properti dalam arti rumah atau tanah lebih banyak disebut dengan Real Estate.

Apa saja yang tergolong properti?
  • Tanah : 1 permukaan bumi atau lapisan bumi yg di atas sekali: hujan membasahi –; 2 keadaan bumi di suatu tempat: – nya gersang, tidak dapat ditanami; 3 permukaan bumi yg diberi batas: pemerintah menyediakan — seluas tiga hektar untuk permukiman para transmigran;4 daratan: penerjun payung itu tewas setelah jatuh terempas di –; 5permukaan bumi yg terbatas yg ditempati suatu bangsa yg diperintah suatu negara atau menjadi daerah negara; negeri; negara; – Eropa; — Melayu; –Toraja; 6 bahan-bahan dr bumi; bumi sbg bahan sesuatu (pasir, napal, cadas, dsb): bata dan genting dibuat dr –; 7 dasar (warna, cat, dsb): kain itu — nya putih, coraknya cokelat dan hitam;– lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera, pb kejahatan tidak terjadi kalau tidak disebabkan oleh keadaan lain; di mana — dipijak, di situ langit dijunjung, pb hendaklah mengikuti adat negeri yg didiami; mendapati — terbalik, pbmendapati mayat sudah terkubur; dp hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang — , pb dp menanggung malu lebih baik mati; spt Belanda minta — , diberi kuku hendak menggarut, pb apabila seseorang diberi sedikit, ia mengajukan lebih banyak lagi; gerakan di bawah — , ki gerakan gelap (rahasia);
  • Rumah : n 1 bangunan untuk tempat tinggal; 2 bangunan pd umumnya (spt gedung);– gedang ketirisan, pb istri yg tidak mampu mendatangkan kebahagiaan kpd suami; – sudah, tukul berbunyi, pb memajukan keterangan dsb sesudah perkara diputuskan; dl — membuat — , pb mencari keuntungan untuk diri sendiri ketika bekerja pd orang lain;
  • Ruko – rumah toko : rumah yg sekaligus untuk toko (kadang-kadang toko di lantai dasar dan tempat tinggal di lantai kedua); ruko;
  • Rukan – rumah kantor : rumah yang memiliki fungsi ganda sebagai kantor
  • Kost-kostan : rumah yang memiliki banyak kamar untuk disewakan secara bulanan atau periodik
  • Rumah susun : gedung atau bangunan bertingkat terbagi atas beberapa tempat tinggal (masing-masing untuk satu keluarga); flat;
  • Apartement : rumah susun modern
  • Pasar : n tempat orang berjual beli; pekan:
  • Mall : pasar modern
  • Hotel : n bangunan berkamar banyak yg disewakan sbg tempat untuk menginap dan tempat makan orang yg sedang dl perjalanan; bentuk akomodasi yg dikelola secara komersial, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan, makan dan minum;
  • Kondominium : 3 gedung besar, mewah, bertingkat yg disewakan; apartemen
  • Kondotel : Kondominium yang dikelola sebagai hotel.
follow terus @farisvio
kunjungi terus web :
Demikian pengertian atas properti di Indonesia. Mari Membangun Indonesia dengan Properti dan Menguasai Dunia dengan Media. Join us di milisthttp://finance.groups.yahoo.com/group/yukbisnisproperti/.

8 Bencana Konstruksi Terburuk

Tragedi Quebec City Bridge
November 2011 silam, kita dikagetkan dengan bencana ambruknya jembatan di Kutai Kertanegara yang melintasi Sungai Mahakam. Bencana ini menewaskan sedikitnya 4 orang dan puluhan lainnya luka. Faktor penyebab ambruknya telah pernah kita posting disini. Bencana tersebut menjadi sebuah pelajaran, kegagalan dalam membuat konstruksi bangunan bisa berakibat fatal. Runtuhnya bangunan adalah salahsatu resiko dari gagalnya struktur. Dunia mencatat, ada beberapa kesalahan dalam pembuatan konstruksi yang berujung tragedi tragis dan mematikan. Dari itu, dalam membuat sebuah bangunan, haruslah melewati tahap perencanaan yang matang dan pengerjaan yang ekstra hati-hati dan pengawasan ketat.
Telah banyak terjadi dalam sejarah, bencana yang diakibatkan gagalnya struktur bangunan. Selain itu, bencana juga bisa diakibatkan kurangnya perhatian dan kecermatan dalam pengerjaan. Berikut ini beberapa bencana terburuk dalam sejarah yang berhubungan dengan bangunan seperti dikutip dari Construction Digital

Selasa, 16 Oktober 2012

Peraturan Baru Bangun Rumah Minimal Tipe 36

Jakarta. Pengembang yang telanjur membangun rumah tipe dibawah 36 m2 terpaksa menjual dengan KPR komersial atau nonsubsidi. Bahkan mereka mengklaim memberi subsidi 1,25% per unit, guna menutup bunga komersial yang ditawarkan bank 8,5%.

Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesa (Apersi), Eddy Ganefo, menerangkan 3.000 rumah telah menjalani akad kredit dengan suku bunga KPR komersial 8,5%. "Bunga FLPP kan 7,25%. Namun kita harus jual rumah karena teranjur terbangun dengan bunga komersial 8,5%. Maka dari itu kita ada subsidi dari pengembang 1,25% per unit," kata Eddy di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, baru-baru ini.



Subsidi dianggap sebagai pengeluaran tambahan yang harus dikeluarkan pengembang. Dengan demikian keuntungan pengembang semakin tipis. Berdasarkan hitungan Apersi, pengembang mensubsidi cicilan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar Rp 100 ribu per bulan untuk per unit rumah.

Skema penjualan dengan bunga komersial terus dilakukan pengembang. Tercatat masih ada 40.000 ribu rumah yang belum diakadkreditkan, karena telanjur terbangun dengan tipe 22 m2.

Eddy sebelumnya mengatakan kebijakan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz adalah pepesan kosong. Dengan syarat bangunan minimal 36 m2 dan patokan harga maksimal Rp 70 juta untuk rumah sederhana sangat mustahil. "FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan/KPR subsidi) ini pepesan kosong dengan persyaratan yang sekarang. Barangnya hampir tidak ada untuk tipe ini dengan harga Rp 70 juta," paparnya.

Seperti diketahui, Perjanjian Kerjasam Operasi (PKO) FLPP 2012 telah ditandatangani keempat bank penyalur diantaranya Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Tabungan Negara (BTN). Kebijakan ini tertuang dalam Permenpera No. 4 dan No. 5 Tahun 2012

Bikin Susah Masyarakat Bawah Munculnya batas minimal rumah dibangunan 36 m2, dinilai membunuh hak masyarakat yang memiliki kemampuan mencicil rendah. Pengembang juga rugi, karena terlanjur membangun rumah tipe di bawah 36 m2 namun tak terserap KPR subsidi (FLPP).

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda menyebutkan beberapa poin yang meresahkan pasar rumah rakyat dalam UU Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) terbaru ini, diantaranya keterjangkauan daya beli masyarakat untuk rumah tipe 36 m2 sangat terbatas.

Banyaknya minat rumah tipe 21 m2 dibanding 36 m2 bukan berarti mereka tidak mau membeli tipe 36 m2. Melainkan daya beli yang terbatas.

"Mungkin kita harus berpikir dan mengubah mindset kita seperti mereka yang akan membeli rumah dengan keterbatasan daya beli. Perbedaan Rp 5 juta-Rp 10 juta saja membuat mereka tidak jadi merealisasikan pembeliannya, karena segmen ini berlaku price sensitive. Yakni mereka akan membeli rumah yang terjangkau," paparnya di kantor MK, Jakarta, Kamis lalu.

Dia melihat, yang terjadi di Indonesia, pembatasan tipe 36 m2 belum siap karena harga tanah terlalu tinggi dan ujung-ujungnya nilai rumah menjadi mahal. Tentu akan berbeda saat pemerintah telah menyediakan bank tanah, hingga harga bisa ditekan. "Karena belum adanya bank tanah, pemerintah harusnya akan terbantu dengan pengembang kelas kecil dengan segmen pasar MBR. Pengembang ini mampu membangun rumah tipe kecil dengan marjin keuntungan minim," katanya.

Kemudian, katanya, pengembang yang selama ini membangun rumah tipe 36 m2, dengan modal terbatas akan sulit mendapatkan pembiayaan dari bank. Pasalnya bank terbentur ketentuan UU yang membatasi bangunan rumah tersebut.

Jika hal ini dibiarkan, pemerintah mengalami kemunduran dalam penyediaan rumah rakyat. Meski permintaan besar namun tidak tersedia pasokan yang terjangkau. Pada akhirnya backlog (kekurangan rumah) perumahan menjadi lebih besar. "UU PKP Pasal 22 adalah kebijakan yang tidak berpihak dengan rakyat dan secara objektif, karena tidak sesuai dengan kondisi keterjangkauan masyarakat MBR," katanya. (dtf)

sumber : http://www.sid-properti.com/

Kuadran Bisnis Properti


Kuadran Bisnis Properti? Apa itu? Ini kuadran yang menggambarkan kelompok-kelompok pemain dalam bisnis properti. Juga merupakan gambaran sederhana tingkatan bermain bisnis properti. Kuadran ini bisa menjadi acuan dimanakah Anda akan memulai bisnis properti. Berpijak dimanakah Anda sekarang. 
Kuadran Broker  | Kuadran pertama dan merupakan entry level dalam bisnis properti. Yakni Kuadran Broker. Brokerpun dibagi menjadi broker freelance dan professional broker. Pola bisnisnya adalah menjadi penghubung antara owner properti dengan investor properti (konsumen). Broker memperoleh komisi antara 1%-3,5% per unit properti terjual.

Kuadran Flipper | Flipper adalah orang yang melakukan transaksi flip. Transaksi flip adalah transaksi dasar dalam bisnis properti. Pola bisnisnya hampir sama dengan broker. namun seorang flipper harus berani mengambil resiko. Flipper memperoleh benefit dari margin penjualan properti yang dia kehendaki.
  1. Beli properti – jual properti
  2. Beli properti – renovasi – jual
  3. Beli properti – beri value added – jual
Kuadran Developer | Tingkatan bisnis properti yang paling rumit karena melibatkan banyak instrumen yang harus dikelola. Walau sebenarnya jika menguasai teknik dasar transaksi flip, menjadi developer akan lebih mudah. Developer itu membangun properti, artinya seorang developer itu membeli tanah, membangun properti, memasarkannya. Tentu saja tidak lepas dari perijinan, perhitungan keuangan dan lain sebagainya.
3 pola dasar menjadi developer properti adalah :
  1. Mini developer
  2. Developer Real Estate
  3. Developer Rumah Bersubsidi
Kuadran Investor | Ini adalah tingkatan dimana uang bekerja untuk Anda. Jika Anda telah memiliki kapital (baca uang besar) atau cash flow (baca uang rutin), Anda bisa membeli properti. Atau jika Anda memiliki lahan yang tidak mampu mengelola atau mengolahnya, Anda bisa bekerja sama dengan pengelola.
Nah, Anda sekarang berdiri dimana? Di luar? Sekarang Anda mau masuk dari kuadran mana? Tentukan pilihan dan jadilah pebisnis properti.
follow terus @farisvio

Mari Membangun Indonesia dengan Properti dan Menguasai Dunia dengan Media. Join us di milist http://finance.groups.yahoo.com/group/yukbisnisproperti

Senin, 15 Oktober 2012

Elang Sang Pebisnis Properti Sukses

Satu lagi kisah sukses pengusaha muda. Di usia 22 tahun, Elang Gumilang telah jadi miliarder dari usaha penjualan tempat tinggal untuk kalangan bawah. Dia merintis kesuksesan dari tenaga pemasaran rumah dan berjualan aneka barang.

Adalah lumrah bila setiap orang bercita-cita memiliki rumah. Orang rela bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal berstatus milik sendiri kala sudah mandiri. Namun, tak semua orang beruntung bisa memiliki rumah sendiri. Di Indonesia, ada 70 juta orang atau 8,3 juta kepala keluarga yang belum memiliki rumah. Angka ini tiap tahun diprediksi bertambah 800.000 jiwa.

Kebutuhan itu membawa seorang pemuda bernama Elang Gumilang yang pada 6 April nanti genap berusia 27 tahun menjadi miliarder. Dengan jeli, dia menjadi pengembang perumahan yang khusus menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, bahkan sebelum pemerintah membuat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Kini, dengan bendera Elang Group, dia sudah membangun lebih 2.200 unit rumah di enam kompleks perumahan di Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat. Omzetnya? “Tahun lalu, saya menjual sekitar 900 rumah. Kalikan saja kalau harga rata-rata rumah Rp 60 juta per unit,” kata Elang. Artinya, omzet Elang tahun 2011 itu Rp 54 miliar!

Jalinan sukses Elang tidaklah terwujud dengan mudah. Sulung dari tiga bersaudara ini mulai berbisnis sejak masih sekolah menengah atas (SMA). Dia sempat berjualan donat di beberapa sekolah dasar. Aktivitas ini terhenti karena dilarang orang tua.

Tapi, Elang tidak lantas berhenti bertindak. Ia menyalurkan bakat bisnis itu lewat pelbagai perlombaan wirausaha. Ia pernah menjuarai beberapa lomba dengan tema kemandirian. Keuletannya itu mengantarnya menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB).

Meski berstatus mahasiswa, jiwa bisnis Elang terus tumbuh. Dia pernah berdagang sepatu, lampu, dan minyak goreng. Bersama 12 kawannya, ia juga pernah membuka lembaga kursus bahasa Inggris.

Dari sekian ragam jenis usaha, Elang merasa, bisnisnya tak kunjung memberi hasil yang layak. Dia lantas berintrospeksi dan mendapati adanya rasa kurang bersyukur pada dirinya. Lalu, dia memperbanyak sedekah dan banyak merenung.


Terjun ke properti

Dari pengalaman menarik diri dan instrospeksi itu, Elang mendapat inspirasi untuk berbisnis properti. Dia sadar, bisnis ini tidak mudah dan membutuhkan modal besar. Tapi, tekad kuat untuk maju membuat Elang berani nekat. Pada 2005, dia ikut tender rehabilitasi sekolah dasar di Jakarta senilai Rp 160 juta dan menang.

Untuk ikut tender, Elang berutang ke bank. Status mahasiswa menyulitkannya mendapat kredit. Beruntung, ada kerabat dari salah satu sahabatnya yang mau menjamin. Alhasil, ia berhasil mendapatkan kredit tanpa agunan Rp 150 juta. Pada usia 20 tahun, ia harus membayar cicilan utang sebesar Rp 8,7 juta per bulan selama dua tahun!

Proyek itu tuntas. Tapi, beban utang membuat Elang harus jungkir-balik membayarnya. Untuk itu, dia menjadi tenaga pemasaran sebuah perusahaan properti di Bogor. Di sini, Elang tak menerima gaji bulanan, hanya komisi bila berhasil menjual rumah. Pekerjaan ini memberinya tambahan pengetahuan di bisnis properti.

Kiprah Elang di dunia properti berlanjut. Suatu saat, dia mendapat informasi soal tanah murah di Cinangneng, Bogor. Dari situ, dia tertarik membeli untuk menyulapnya menjadi kompleks perumahan murah. “Saya tergerak karena banyak orang kecil kesulitan membeli rumah,” ungkap Elang.

Lagi-lagi, modal menjadi kendala dan bank belum mau memberi kredit. Tak menyerah, Elang mengajak lima sahabatnya dan terkumpul modal usaha sebesar Rp 340 juta. Pada 2007, proyek pertama Elang Group yaitu Perumahan Griya Salak Endah, mulai dijual. Dengan cepat, 450 unit rumah seharga Rp 25 juta ludes terjual.

Proyek-proyek rumah murah Elang lainnya terus berlanjut. Yang jelas, walau rumah berbanderol murah, ia memastikan kualitas rumah tidak murahan. Tiap rumah memiliki dua kamar dengan rangka atap baja ringan. “Kuncinya mengatur pasokan bahan bangunan dan tenaga kerja,” katanya.

Pada awal 2011, Elang kembali membeli tanah murah di kawasan Lido, Sukabumi. Kali ini, dia mendapat pembiayaan dari bank. Tak tanggung-tanggung, nilainya Rp 25 miliar. Posisi utang itu sekarang tinggal Rp 12 miliar.

Ke depan, Elang terus berusaha mewujudkan konsep pemenuhan kebutuhan warga perumahannya yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dia ingin tiap kompleks memiliki satu koperasi untuk mengurus usaha penyediaan air bersih, keamanan, pasar, dan sarana kesehatan. Hasil usaha ini kembali ke warga untuk biaya perawatan jalan, kegiatan sosial, atau bahkan menopang kredit macet di lingkungan itu. Konsep ini adalah upaya Elang untuk meningkatkan taraf hidup konsumennya. “Jangan sampai sudah rumahnya sederhana dan jauh, biaya hidupnya juga masih mahal,” tuturnya.

sumber : http://www.probisnisonline.com

Tips Mudah Menentukan Harga Rumah

Tidak semua orang bisa menentukan harga sebuah rumah, terlebih lagi jika basic anda bukan seorang arsitek atau punya pengalaman di properti. But, jangan sampai hal ini dijadikan alasan, kami akan berbagi tips mudah menentukan harga rumah. Kalau rumah baru mungkin kita lihat di komplek yang menjual rumh tersebut, yang aga susah biasanya ketika kita akan menjual/membel rumah second, gimana nentuinya ya? pasti ada perasaan takut kemahalan atau kemurahan. Ok, kita mulai yuk faktor apasajakah yang bisa mempengaruhi harga rumah :


1. Lokasi, untuk mengetahui harga pasaran disana, coba anda keliling cari info ke masyarakat sekitar, bisa ke tukang ojek, pak RT/RW, wrga sekitar. Atau bisa juga cari rumah-rumah terdekat yang dalam kondisi mau di jual, biasanya ada plan rumah ini di jual. Nah hal ini bisa jadi patokan kita untuk mengetahui harga pasaran rumah tersebut.

2. Jika di sekitar tak ada rumah yang dijual, cari di radius yang lebih luas. Hal ini penting sebagai pembanding dan pegangan si penjual. 

3. Dari harga penawaran yang dilakukan di rumah pembanding, lakukan penyesuaian terhadap rumah yang akan dijual. Perbandingan bisa dilihat dari beberapa poin, seperti luas tanah dan bangunan, legalitas (sertifikat), karakteristik rumah (arah hadap, bebas banjir atau tidak, bentuk dan usia bangunan, dan lain-lain). Dengan demikian, akan terlihat harga pasar yang pantas untuk rumah yang akan dijual.

4. Jika secara keseluruhan rumah yang akan dijual lebih baik dibanding rumah pembanding, maka tawarkan harga yang lebih tinggi. Begitu pula sebaliknya.

5. Untuk menguji benar atau tidak harga yang telah ditetapkan, coba analisa harga tanah dan bangunan secara terpisah. Misalnya didapat harga tanah Rp500 juta dan harga bangunan Rp200 juta, maka sebaiknya penjual menawarkan rumah dengan harga 20% di atas harga tersebut, yakni sekitar Rp850 juta. Jika nanti terjadi negosiasi, maka penjual bisa mempertahankan harga wajar yang telah ditentukan sebelumnya, yakni Rp700 juta.

Biasanya penjual harus menentukan harga terendah untuk rumah tersebut (floor price), sementara si pembeli harus menentukan harga tertinggi yang mampu dia bayar (ceiling price). Di perpotongan antara ceiling price dengan floor price inilah akan terjadi negosiasi, kemudian transaksi (market price).

selamat menentukan harga rumah :)

Sabtu, 13 Oktober 2012

Warna Cat Rumah Minimalis

Warna cat rumah minimalis merupakan sebuah unsur yang tidak dapat terpisahkan dari sebuah desain rumah minimalis secara keseluruhan.

Warna cat haruslah selaras dengan ide konsep minimalis. Secara konsep minimalis warna-warna yang digunakan tentulah seminimal mungkin, tidak saja dari segi jumlah warna yang digunakan -tetapi juga kekutan (tone) warna tersebut.


Gunakanlah warna-warna yang besifat netral dan lembut seperti warna putih, abu-abu, atau warna-warna pastel untuk dinding/tembok atau elemen lainnya seperti plafon, kusen dll.
Khusus untuk kusen yang terbuat dari bahan kayu, mungkin dapat digunakan cat politur atau vernis yang menonjolkan warna natural dari bahan kayu tersebut.

Penggunaan banyak warna yang berlebihan tentunya akan membuat rumah terkesan riuh & ramai, sehigga ketenangan dari konsep minimalis tidak akan dapat dirasakan.

Pilihlah perabot atau furnitur yang memiliki warna yang selaras dan senada dengan warna tembok, lantai, dan plafon. Sehingga interior secara keseluruhan akan lebih terlihat dan terasa lebih harmonis.

Ada baiknya untuk membuat skema atau diagram warna yang akan membantu kita untuk menentukan warna-warna apa saja yang akan kita pilih nanti saat membeli cat tembok, keramik lantai, furnitur, dll.

Pemilihan warna tentunya sesuai dengan selera anda, tapi hendaknya harus sesuai dengan konsep desain rumah yang telah kita tentukan dari awal.